Warna-warni Budaya & Ilmu, Summer Course IKK IPB 2025 Resmi Ditutup di Bogor
Warna-warni Budaya & Ilmu, Summer Course IKK IPB 2025 Resmi Ditutup di Bogor

Bogor, 8 Agustus 2025 – Hari kelima Summer Course Ilmu Keluarga dan Konsumen (IKK) IPB University 2025 diwarnai rangkaian wisata edukasi dan pertunjukan budaya, yang sekaligus menjadi momen penutupan program. Tahun ini, Summer Course IKK IPB diikuti oleh 32 peserta dari 13 kewarganegaraan, yaitu Afganistan, Indonesia, Jepang, Kenya, Malawi, Malaysia, Mesir, Mozambik, Nigeria, Pakistan, Rwanda, Sudan, dan Yaman.
Pagi hari, peserta memulai Bogor City Tour dari Balai Kota Bogor menuju Museum Tanah dan Pertanian (MUSTANI) dengan bus uncal. Dalam perjalanan, para buddies menjelaskan berbagai bangunan bersejarah yang dilalui. Tur dimulai dari koleksi tanah dan batuan Indonesia di Gedung A, dilanjutkan sejarah pertanian, komoditas lokal, dan alat tradisional di Gedung B. Beberapa peserta mencoba rengkong, alat pikul padi khas Sunda. Di lantai selanjutnya, peserta mempelajari sejarah kemerdekaan dan pertanian sambil mencoba pakaian tradisional bertani, hingga melihat hasil teknologi pertanian di Lantai 3 dengan pemandangan Gunung Salak dari rooftop.
Setelah dari MUSTANI, rombongan kembali ke IPB Dramaga untuk istirahat, salat, dan makan siang. Siang harinya, kunjungan berlanjut ke Museum dan Galeri IPB Future untuk melihat sejarah pendirian dan perkembangan IPB. Selanjutnya, peserta mengunjungi Agribusiness and Techno Park (ATP) yang dipandu Tubagus Rasyid. Mereka mendapat penjelasan program ATP yang telah diterapkan di lebih dari 6.000 desa, melihat farmer centre, ruang pengemasan, greenhouse, hingga café yang menyajikan “Kopi Bu Lurah” — kopi segar dengan campuran jeruk.
Menjelang sore, acara penutupan Summer Course dimulai. Nur Islamiah, Ph.D. mengumumkan pemenang lomba The 6th International Competition on Family and Consumer Sciences (ICFCS) kategori poster dan video, peserta teraktif, teraktif di media sosial, dan pemegang skor kuis tertinggi. Pemenang kategori tampak tersenyum mendengar namanya disebut. Sebagai bentuk apresiasi, mereka juga menerima merchandise dari IPB Press sebagai dukungan sponsor.
Puncak acara adalah penampilan budaya asal masing-masing peserta (Cultural Performance) yang menampilkan keberagaman seni dan budaya dari berbagai negara, ditemani hidangan khas Indonesia seperti gorengan, sate, es cendol, dan bakso. Tim Arab (Mesir, Sudan, Yaman) meraih predikat Best Cultural Performance, disusul tim Jepang. Tim Arab membagikan penjelasan tentang budaya mereka dan white tea (teh tradisional Arab) kepada peserta. Tim Jepang membagikan pengetahuan tentang origami sambil mengajak peserta mempraktikkan secara langsung membuat origami.
Menna dari Mesir, salah satu anggota tim pemenang, menyampaikan, “Feeling so grateful and happy to be part of this wonderful event. For me, cultural performance is more than just a show, it’s a celebration of traditions and a bridge that connects people from different backgrounds. Winning the ‘Best Cultural Performance’ with my amazing team was such a beautiful surprise.”
Dengan berakhirnya hari kelima ini, Summer Course IKK IPB 2025 resmi ditutup. Peserta dijadwalkan kembali ke negara atau daerah asal masing-masing pada Sabtu, 9 Agustus 2025, dengan harapan membawa pengalaman, ilmu, dan persahabatan lintas budaya.
