Program Kesatria Senja Tingkatkan Rasa Percaya Diri Anak Jalanan di

8
Tak Berkategori

Program Kesatria Senja Tingkatkan Rasa Percaya Diri Anak Jalanan di

Sanggar Senja Cibinong

Tim Program Kreativitas Mahasiswa–Pengabdian Masyarakat (PKM-PM) “Kesatria Senja” dari Institut Pertanian Bogor berhasil melaksanakan kegiatan penguatan self-esteem dan resiliensi sosial bagi anak-anak binaan Yayasan Sanggar Senja, Cibinong, Kabupaten Bogor.

Program ini berlangsung selama empat bulan, di bawah bimbingan Ir. Nurul Jannah, M.M., Ph.D., dari Program Studi Teknik dan Manajemen Lingkungan Sekolah Vokasi Institut Pertanian Bogor dan melibatkan lima mahasiswa lintas departemen.

Tim pelaksana terdiri atas: Nabil Taufiqurrahman (Ketua, Program Studi Teknik dan Manajemen Lingkungan), Rafika Chairani (Akuntansi), Kirana Putri Maya (Ilmu Keluarga dan Konsumen), Adinda Octhavia Indriyani (Teknologi Rekayasa Komputer), dan Dinar Lukmanudin (Supervisor Jaminan Mutu Pangan).

Melalui pendekatan Positive Youth Development (PYD), program ini berfokus pada peningkatan kesadaran diri (self-awareness), harga diri (self-worth), dan keterikatan sosial (social belonging) anak-anak jalanan. Sebanyak 15 anak berusia 11 hingga 18 tahun menjadi peserta utama kegiatan ini. Mereka merupakan anak-anak yang pernah mengalami trauma masa lalu seperti penelantaran dan kekerasan, sehingga membutuhkan pendampingan untuk memulihkan rasa percaya diri dan mengenali potensi diri.

Kegiatan dikemas dalam bentuk sesi interaktif dan menyenangkan, antara lain permainan ekspresif “Tiga Hal Tentang Aku”, “Jejak Hebatku”, dan “Journey Together”. Seluruh aktivitas dirancang untuk mendorong anak-anak tampil percaya diri, mampu mengekspresikan perasaan, dan saling memberi dukungan positif.

Ketua tim, Nabil Taufiqurrahman, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana belajar, tetapi juga ruang bagi anak-anak untuk menemukan kembali makna diri dan keberhargaan pribadi.

“Program ini bukan hanya kegiatan pengabdian semata, tapi perjalanan untuk membantu mereka mengenal diri sendiri dan berani bermimpi lagi,” ujar Nabil.

Salah satu peserta kegiatan, Putra (15 tahun), mengaku sangat senang bisa mengikuti program ini.

“Senang bisa belajar sambil main. Sekarang aku ngerasa lebih berani ngomong di depan teman-teman,” tuturnya sambil tersenyum.

Dosen pembimbing, Ir. Nurul Jannah, MM. PhD juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas semangat mahasiswa dan dukungan mitra Yayasan Sanggar Senja dalam mendukung pemulihan psikososial anak-anak jalanan.

Menurutnya, program ini mencerminkan sinergi nyata antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam membangun karakter generasi muda yang tangguh dan berdaya.

Sebagai tindak lanjut, tim berencana mengembangkan pelatihan bagi para pendamping serta menyusun buku pedoman “Kesatria Senja”, sehingga metode ini dapat diterapkan secara mandiri dan berkelanjutan oleh Yayasan Sanggar Senja.

Program ini diharapkan dapat menjadi model praktik baik (best practice) penguatan psikososial anak marjinal berbasis pendekatan ilmiah dan empati sosial.

Bogor, 9 Oktober 2025