Belajar Mindset Kehidupan, Praktik Membatik, dan Eksplorasi UMKM di Tegalwaru Bersama Peserta SC IKK IPB dari 13 Kewarganegaraan
Belajar Mindset Kehidupan, Praktik Membatik, dan Eksplorasi UMKM di Tegalwaru Bersama Peserta SC IKK IPB dari 13 Kewarganegaraan



Bogor, 6 Agustus 2025 – Hari ketiga The 9th Summer Course “Nurturing Harmony in Family Life for Sustainable Living“ yang diselenggarakan Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen (IKK) Fakultas Ekologi Manusia, IPB University, diawali dengan sesi kuliah inspiratif dari dua narasumber internasional, dilanjutkan perjalanan ke Kampung Wisata Bisnis Tegalwaru, Kabupaten Bogor, untuk belajar langsung dari pelaku UMKM lokal. Program ini diikuti oleh 32 peserta yang berasal dari 13 kewarganegaraan berbeda.
Pukul 08.00–09.00 WIB, Assoc. Prof. Kaoru Ozawa dari University of Niigata Prefecture, Jepang, membawakan kuliah bertema “Social Support Systems in Strengthening Family Well-being.” Ia memaparkan tren keluarga di negaranya, yaitu jumlah anak muda hanya sekitar 10% populasi dan angka pernikahan terus menurun akibat tekanan ekonomi dan perubahan sosial. “Supporting family isn’t just private matter, it’s social responsibility,” tegasnya. Ia juga menyoroti fakta bahwa separuh perempuan bekerja di Jepang berada pada kategori pekerjaan non-reguler. Sesi ini dilengkapi dengan latihan reflektif, yaitu peserta menulis hal-hal terpenting dalam hidup mereka, lalu menukarkannya dengan teman untuk “dihapus” secara simbolis. Latihan ini memberi kesan mendalam tentang bagaimana rasanya kehilangan sesuatu yang bernilai dalam hidup.
Kuliah kedua, pukul 09.00–10.40 WIB, dibawakan Associate Professor Wimontip Musikaphan, Ph.D dari Mahidol University, Thailand, dengan tema “Financial Sustainability in Family Life: Principles and Practices.” Ia membagikan Adverse Childhood Experiences Questionnaire (ACEQ) for Adults kepada peserta sebagai bahan refleksi. Setelah peserta mengisinya dan berdiskusi dalam skenario sederhana, ia menekankan bahwa meskipun analisis bisa dilakukan secara terstruktur, dalam menjalani hidup tidak semua hal harus kaku mengikuti aturan. “No need to be structured with everything, select the easy way,” ujarnya sambil memberikan hadiah merchandise Thailand bagi peserta aktif. Ia menegaskan bahwa memiliki mindset hidup yang positif akan mempengaruhi lingkungan sekitar. “You have a good life mindset first and the people around you will be like that,” ungkapnya.
Usai kuliah, peserta melanjutkan perjalanan ke Kampung Wisata Bisnis Tegalwaru. Setelah santap siang, mereka disambut Ibu Tatik, pendiri kampung wisata, yang memperkenalkan berbagai unit usaha di wilayah tersebut. Peserta kemudian berkeliling dalam kelompok untuk mengunjungi dan mencoba aktivitas UMKM secara langsung.
Di sentra batik, Mbak Yeye mempresentasikan sejarah batik, alat dan bahan, serta teknik membatik. Peserta menyalin pola mega mendung di kain dan membatik menggunakan canting, dengan hasil karya yang direncanakan untuk dilombakan. Perjalanan berlanjut ke pusat belanja tas My Qeena by Kirana Stuff, produk buatan warga yang dipasarkan secara daring, diakses menggunakan odong-odong.
Peserta juga mengunjungi UKM gendang dan wayang golek. Di UKM gendang, mereka mempelajari bahan dasar pembuatan gendang dari kulit kerbau dan kayu nangka, mencoba memainkannya, dan bernyanyi bersama. Di UKM wayang golek, mereka belajar proses pembuatan dari kayu pohon lame hingga hasil akhir, serta mencoba menggerakkan wayang layaknya dalang.
Kunjungan diakhiri di UKM herbal, tempat seluruh peserta mengenakan caping untuk berkeliling kebun herbal. Setelah mendapat penjelasan tentang berbagai tanaman, mereka menyaksikan demonstrasi pembuatan wedang secang dan mencicipinya selagi hangat, menutup kunjungan dengan suasana akrab.
Rangkaian kegiatan Summer Course akan berlanjut esok hari, Kamis, 7 Agustus 2025.
