[:id]Pendidikan Bermutu[:]
Family and Consumer Sciences National Competition and Symposium (FANTASY) 2019
Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen IPB secara khusus mempelajari perkembangan keluarga, perkembangan anak, dan konsumen yang berkaitan dengan ketahanan keluarga dalam menghadapi era industri 4.0. Ilmu-ilmu tersebut harus diterapkan dan dikembangkan dalam kehidupan masyarakat secara luas. Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen melalui Himpunan Mahasiswa Ilmu Keluarga dan Konsumen (HIMAIKO) bertujuan untuk menghimpun ide-ide mahasiswa/mahasiswi serta siswa/siswi sekolah menengah atas dalam menciptakan keluarga yang mampu beradaptasi di era industri 4.0. Atas dasar tersebut, HIMAIKO-IPB mengadakan Family and Consumer Sciences National Competition and Symposium (FANTASY) 2019.
Kegiatan ini merupakan ajang kompetisi yang terdiri dari lomba esai, karya tulis ilmiah, short movie, field trip dan simposium yang diikuti oleh siswa/siswi SMA sederajat, mahasiswa/ mahasiswi se-Indonesia, dan masyarakat umum. Rangkaian kegiatan terdiri dari presentasi lomba karya tulis ilmiah dan esai, field trip ke Kampung Horta Ciomas, dan symposium. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 18-20 Oktober 2020. Materi dalam kegiatan ini membahas permasalahan karakter di Indonesia saat ini serta adaptasi keluarga untuk menanamkan nilai-nilai karakter pada anak di era industri 4.0. Pembicara pada kegiatan ini yaitu Tika Bisono (Psikolog), Aldy Rustam (Duta GenRe), Gisela Thesa (Duta GenRe), dan Asma Nadia (Penulis Buku). Kegiatan symposium dihadiri oleh Siswa/siswi SMA sederajat, mahasiswa/ mahasiswi se-Indonesia, dan masyarakat umum sebanyak 117 orang. Kegiatan Family and Consumer Sciences National Competition and Symposium (FANTASY) 2019 dilaksanakan dengan tujuan:
- Memperkenalkan dan menunjukkan kontribusi Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen sebagai satu-satunya bidang studi di Indonesia yang berfokus pada keilmuan keluarga dan konsumen;
- Menjadi sarana bagi mahasiswa/mahasiswi dan siswa/siswi sekolah menengah atas untuk menuangkan ide dan gagasan berbasis keilmuan terkait pembentukan karakter di era industri 4.0;
- Meningkatkan wawasan, kemampuan adaptasi, dan ketahanan keluarga Indonesia dalam pembentukan karakter di era industri 4.0.
IKK in Action
Kegiatan IKK in Action merupakan kegiatan pelatihan dan pengembangan softskill terdiri atas beberapa sub kegiatan, yaitu Let’s Learn How to Be a Social Worker yaitu merupakan suatu kegiatan praktek dan pemberian bekal atau materi secara langsung yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 2 Februari 2019 mengenai cara untuk melakukan pendekatan yang baik kepda masyarakat serta cara membangun desa pda saat bina desa dilaksanakan, Let’s Learn Counseling yang merupakan suatu kegiatan pelatihan bagi mahasiswa yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 9 Maret 2019 yang memberikan materi dan melaksanakan praktek untuk menjadi serorang counselor yang baik dan benar, dan Child Club Activities dilaksanakan pada hari Sabtu, 13 April 2019 yang merupakan pelatihan tentang Child Rearing for Pre-School sebagai sarana untuk mengembangkan softskill dan meningkatkan kesiapan mahasiswa dalam bidang perkembangan anak sehingga dapat berkontribusi lebih untuk kemajuan Pendidikan di Indonesia. Kegiatan IKK in Action dilaksanakan dengan tujuan:
- Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mahasiswa IKK dalam bidang social worker dan counseling
- Meningkakan keterampilan mahasiswa dalam melakukan bina desa atau kegiatan pemberdayaan masyarakat dan family counseling.
- Menambah pengetahuan mengenai dasar dan teknik dalam perkembangan dan pengasuhan anak usia prasekolah
Peserta kegiatan Let’s Learn: How to Be a Social Worker dihadiri oleh sebanyak 43 peserta, Let’s Learn: How to Be a Counselor sebanyak 35 peserta, dan Child Club Activities sebanyak 38 peserta. Luaran dari kegiatan “IKK in Action”:
- Mahasiswa IKK memiliki pengetahuan dan pemahaman dalam bidang social worker dan counseling
- Mahasiswa memiliki keterampilan dalam melakukan bina desa atau kegiatan pemberdayaan masyarakat dan family counseling.
- Peserta memiliki pengetahuan mengenai dasar dan teknik dalam mempersiapkan diri turun lapang menjadi seorang guru ke Daycare, PAUD, ataupun
- Peserta menjadi sadar akan pentingnya menjadi guru yang kompeten dan senantiasa menerapkan pendidikan berbasis karakter dan holistik.
- Peserta memiliki keterampilan dalam mengajar.
LET’S LEARN GROOMING AND BEAUTY CLASS “FIND YOUR BEAUTY FROM WITHIN”
Dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja, sangat diperlukan sebuah kepercayaan diri untuk menunjang penampilan. Kepercayaan diri tidak hanya didapatkan dari Curiculum Vitae (CV) yang bagus, namun juga dengan penampilan fisik mulai dari cara berpakaian, padu padan warna, dan cara merias diri yang baik serta tidak berlebihan.
Oleh karena itu, diperlukan pelatihan tentang tata cara dan strategi dalam merias diri untuk mempersiapkan mahasiswi menghadapi dunia kerja. Pelatihan tersebut akan dilaksanakan melalui kegiatan Let’s Learn Grooming and Beauty Class dengan tema “Find Your Beauty from Within” dan bekerjasama dengan Make Over Cosmetics. Himaiko-IPB memilih Make Over Cosmetics sebagai partner kerjasama karena sesuai dengan sasaran kegiatan. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pelatihan kecantikan yang diadakan oleh HIMAIKO. Peserta dari kegiatan ini adalah mahasiswa umum Institut Pertanian Bogor sejumlah 35 orang pada hari Minggu, 24 Agustus 2019 di Auditorium Sylva Pertamina. Kegiatan ini juga merupakan sarana untuk menambah informasi mengenai alat kecantikan dan kegunaannya, cara merias diri, serta belajar mengenai tata cara berpenampilan untuk menghadapi dunia kerja. Materi yang disampaikan pada kegiatan ini meliputi:
- Penjelasan mengenai manners dan attitude dari narasumber yang berpengalaman. Narasumber akan menjelaskan berbagai macam manners dan attitude yang baik untuk setiap situasi dan keadaan agar dapat meningkatkan softskill untuk menghadapi dunia kerja.
- Pengenalan alat make up dan pelatihan bersama narasumber. Narasumber akan menjelaskan kepada peserta pelatihan mengenai jenis-jenis alat make up beserta kegunaannya. Peserta akan bersama-sama belajar menggunakan make up dengan mengikuti arahan dari narasumber.
- Pelatihan tata cara berpenampilan bersama narasumber. Peserta akan bersama-sama belajar mengenai tata cara berpenampilan dengan mengikuti arahan dari narasumber hingga selesai.
TALENTIQUE 2019 “Let The Hero Begins”
Pada tahun 2019 Himpunan Mahasiswa Ilmu Keluarga dan Konsumen menyelenggarakan kegiatan yang secara khusus mewadahi dan menyalurkan minat dan bakat serta kreativitas mahasiswa dan juga untuk mengapresiasi prestasi yang telah dicapai mahasiswa IKK, yaitu dalam bidang kesenian, olahraga, sastra, dan kepenulisan. Kegiatan ini disebut Talentique. Talentique memberikan tantangan bagi mahasiswa Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen untuk menunjukkan minat dan bakat yang dimilikinya. Kegiatan Talentique dilaksanakan dengan tujuan:
- Meningkatkan kreativitas, semangat, dan menggali potensi, minat dan bakat mahasiswa departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen (IKK).
- Meningkatkan kecintaan mahasiswa IKK dan lebih mengenal Departemen IKK.
- Menambah motivasi mahasiswa IKK agar dapat berprestasi seperti mahasiswa IKK lainnya.
Kegiatan dilaksanakan pada hari Jumat, 27 September 2020 di Audit Mandiri IPB. Peserta dari kegiatan ini adalah 250 mahasiswa Ilmu Keluarga dan Konsumen angkatan 53, 54, 55, dan 56. Kegiatan ini menampilkan kreativitas yang dimiliki mahasiswa IKK dan pemberian apresiasi dengan tema Let The Hero Begins. Luaran dari kegiatan Talentique ini adalah :
- Bertambahnya kreativitas, semangat berkompetisi, dan semangat untuk menggali potensi pada diri mahasiswa Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen.
- Tersalurkannya pengembangan minat dan bakat mahasiswa Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen.
- Bertambahnya kesiapan mahasiswa Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen untuk beraksi dan berpartisipasi pada kegiatan serupa di tingkat fakultas (ESPENT) dan di tingkat kampus IPB (IAC dan OMI).
BE HEALTHY BE HAPPY
Kurangnya edukasi tentang reproduksi memicu banyak terjadinya hal yang tidak diinginkan seperti seks bebas, kehamilan di usia muda, penularan penyakit kelamin, hingga meninggalnya remaja. Remaja perlu memiliki pengetahuan seputar kesehatan reproduks. Tidak hanya menjaga kesehatan dan fungsi organ, informasi yang benar juga bisa menghindari remaja dari hal-hal yang tidak diinginkan. Memiliki pengetahuan yang tepat terhadp proses reproduksi, serta cara menjaga kesehatannya, diharapkan mampu membuat remaja lebih bertanggung jawab. Oleh karena itu, sebagai Mahasiswa Ilmu Keluarga dan Konsumen yang sedang menempuh pendidikan salah satunya dalam bidang perkembangan anak, dalam rangka memperingati hari remaja internasional pada 8 September 2019, Himaiko-IPB mengadakan kegiatan Be Healthy Be Happy yang mengusung tema kesehatan reproduksi diharapkan dapat menjadi media bagi remaja dalam menjaga kesehatan sistem, fungsi dan proses reproduksi sehingga remaja dapat lebih bertanggung jawab terhadap kehidupannya dan berpikir lebih kritis ketika akan melakukan sesuatu yang akan merugikan dirinya dan lingkungan sekitar. Kegiatan Be Healthy Be Happy dilaksanakan dengan tujuan :
- Menambah pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi remaja
- Mengembangkan kapasitas remaja dalam mengelola kesehatan reproduksi
- Meningkatkan keterampilan remaja dalam hal berpikir kritis ketika akan melakukan suatu tindakan
Kegiatan ini terdiri dari dua sesi. Sesi pertama yaitu penyampaian materi berbentuk seminar mengenai ‘’ Pentingan Kesehatan Reproduksi Remaja’’ selama 1 x 60 menit dengan tanya jawab. Kemudian dilanjutkan dengan Pojok Konseling selama 1 x 60 menit. Peserta dari kegiatan ini ialah remaja Desa Cibanteng berusia 13 tahun sampai 19 tahun berjumlah 20 orang. Dengan adanya Kegiatan Be Healthy Be Happy peserta seminar dapat mengetahui pentingnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dan berpikir kritis ketika akan melaukkan suatu tindakan yang akan berdampak pada keehatan reproduksi.
“Coffee Tale”
Coffee Tale merupakan kegiatan dari HIMAIKO-IPB yang memiliki dua kegiatan, yang terdiri dari kegiatan secara online dan offline. Pada kegiatan online, Coffee Tale dilakukan di media social Instagram dan Line. Di Instagram, Coffee Tale menyediakan informasi mengenai kesehatan mental, kiat-kiat menghadapi stress, coping strategy, dll, yang bisa dibaca oleh masyarakat luas khususnya mahasiswa. Lalu, di Line, Coffee Tale membuka layanan konseling yang dibuka di hari dan jam tertentu. Untuk kegiatan offline, Coffee Tale membuka Pojok Konseling yang menjadi wadah untuk mahasiswa maupun masyarakat untuk berbagi cerita dan permasalahan yang dihadapi. Kegiatan Pojok Konseling dilaksanakan dengan tujuan sebagai wadah mahasiswa maupun masyarakat umum untuk bercerita dan meminta saran tentang permasalahan yang dihadapi. Kegiatan Pojok Konseling bekerja sama dengan beberapa pihak yaitu IIBF (IPB Islamic Book Fair), YOT Bogor, Klinik AGE, BEM KM dan Asrama Kepemimpinan IPB, Open House IPB, KSR IPB, dan SES-C (Himpunan Mahasiswa Ekonomi Syariah IPB). Kegiatan dilakukan mulai bulan Februari 2019 hingga November 2019. Luaran dari kegiatan Coffee Tale :
- Mahasiswa memiliki pengetahuan tentang kesehatan mental dan penanganannya.
- Mahasiswa (konselor) memiliki keterampilan dalam pemecahan masalah dan konseling keluarga.
- Sebagai stress relief bagi konselee atas permasalahan yang mereka hadapi.
Studi Banding HIMAIKO IPB X HIMA KS UNPAD
Studi banding merupakan suatu kegiatan yang dilakukan dengan tujuan menambah wawasan dan pengetahuan yang akan diterapkan kedepannya untuk menjadi lebih baik. Berbagai upaya dilakukan agar organisasi tetap berjalan dan semakin meningkat mutunya. Agar tercapai suatu tujuan organisasi, dibutuhkan kerjasama yang baik dan strategi-strategi yang matang dan tepat. Kerjasama eksternal diperlukan guna peningkatan mutu, perluasan jangkauan, perbaikan sistem, penentuan kebijakan baru, dan sebagainya. Melihat bahwa kegiatan organisasi yang bersifat eksternal diperlukan bagi sebuah organisasi, maka Biro Business and Partmership HIMAIKO menerima tawaran HIMA KS UNPAD untuk mengadakan kegiatan studi banding yang dipertimbangkan akan banyak memberi manfaat, ide-ide baru, dan menjalin kerjasama antara HIMA KS UNPAD dan HIMAIKO IPB. Kegiatan ini telah dilaksanakan di ruang kuliah GKA, Fakultas Pertanian pada hari Sabtu, 26 Oktober 2019. Kegiatan studi banding ini dilaksanakan dengan tujuan :
- Menggali sebanyak mungkin informasi yang bisa didapat scara teknis real dan empiris.
- Untuk menambah wawasan tentan sistem organisasi universitas lain.
- Untuk menimba pengalaman baru di ditempat lain.
Materi yang disampaikan pada kegiatan ini adalah terkait pemaparan mengenai tugas setiap divisi antar himpunan keprofesian yang disampaikan oleh Ketua Himpunan HIMAIKO IPB (Akhmad Kusairi) dan Ketua Himpunan HIMA KS UNPAD (Agung Purwanto). peserta dari kegiatan ini berjumlah 93 orang yang terdiri dari 50 Mahasiswa HIMAIKO IPB dan 43 mahasiswa HIMA KS UNPAD. Luaran yang didapatkan dari kegiatan ini adalah mahasiswa mendapatkan informasi tentang sistem organisasi yang ada di HIMA KS UNPAD dan mendapatkan pengalaman dan menjalin kerjasama dengan HIMA KS UNPAD.
IKK LEARNING AND TRAVELING (I-LEAVNG) 2019
Peningkatan pengetahuan dan wawasan yang luas bagi mahasiswa Ilmu Keluarga dan Konsumen (IKK) disusun salah satunya dalam kegiatan I-Leaving : IKK Learning and Travelling. Kegiatan I-LEAVING merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh Biro Business and Partnership HIMAIKO dengan rangkaian yang terdiri atas berwisata ke Taman Mini Indonesia Indah dan mengunjungi BKKBN pusat pada hari Rabu, 6 Maret 2019. Kegiatan IKK Learning and Traveling (I-Leaving) 2019 dilaksanakan dengan tujuan:
- Meningkatkan pengetahuan dan wawasan mahasiswa IKK dalam melakukan tindakan dalam keluarga berencana dan kesehatan reproduksi.
- Meningkatkan kesadaran mahasiswa IKK terhadap isu-isu yang memiliki kaitannya terhadap keilmuan yang berfokus kepada keluarga.
- Membangun kerja sama dalam kegiatan sosial yang berfokus pada keluarga berencana dan kesehatan reproduksi.
Kegiatan ini diikuti oleh 48 orang yang terdiri dari 47 Mahasiswa Ilmu Keluarga dan Konsumen dan satu perwakilan dosen. Pembicara pada kegiatan ii adalah Dr. Dwi Listyawardani, Ir., M.Sc (Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi). Pembicara (Pihak BKKBN) memberikan materi yang berfokus pada edukasi kesehatan dan konsep keluarga berencana, menjelaskan aksi nyata serta langkah konkret BKKBN terhadap permasalahan keluarga dan keluarga berencana di Indonesia, dan menjelaskan tindakan dan upaya pencegahan yang dapat dilakukan oleh mahasiswa IKK dalam mensosialisasikan konsep kelurga berencana dan kesehatan reproduksi dengan baik. Luaran dari kegiatan “IKK Learning and Traveling 2019” :
- Peserta dapat memiliki pengetahuan dan wawasan yang luas dalam memahami perencanaan keluarga dan kesehatan reproduksi.
- Peserta menjadi sadar akan isu-isu terkini keluarga di Indonesia.
- Peserta mampu memahami aksi nyata yang telah dilakukan pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan keluarga di Indonesia.
NGARIUNG CARITA
Kegiatan Ngariung Carita merupakan kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan dengan sasaran ibu-ibu dan anak-anak berlokasi di RW 01, Cibanteng, Bogor, Jawa Barat. Kegiatan ini terdiri atas enam sub kegiatan yaitu Opening, Keluarga Cemara, Generasi Ceria, Sahabat Konsumen, Pojok baca dan Closing. Keluarga Cemara membawakan materi berupa 8 fungsi keluarga menurut BKKBN meliputi fungsi agama dan reproduksi, fungsi sosialisasi, pendidikan, dan ekonomi, fungsi pembinaan lingkungan dan sosial budaya, fungsi cinta kasih dan perlindungan dengan sasaran ibu-ibu. Generasi Ceria merupakan kegiatan belajar-mengajar dengan metode yang beragam, kreatif, dan interaktif berdasarkan dwiasas karakter (sopan santun dan tekun) dengan sasaran anak-anak. Kegiatan Sahabat Konsumen merupakan upaya untuk meningkatkan kesadaran konsumen agar dapat menjadi konsumen yang bijak. Tujuan dari kegiatan Ngariung Carita adalah sebagai berikut :
- Meningkatnya keterampilan keluarga dapat menjalankan delapan fungsi ketahanan keluarga menurut BKKBN secara optimal.
- Meningkatnya kapasitas dan keterampilan anak-anak melalui stimulasi optimalisasi tumbuh kembang anak.
- Berkembangnya pengetahuan, sikap, dan keterampilan anggota keluarga dalam kegiatan konsumsi secara bijak dan bertanggung jawab.
- Meningkatnya kepekaan mahasiswa dan sasaran terhadap masalah yang terjadi di sekitar.
- Terbangunnya wawasan masyarakat terkait peringatan hari-hari besar keluarga, anak, dan konsumen.
- Meningkatnya minat baca masyarakat.
Peserta dalam kegiatan ini terdiri atas 15 orang ibu rumah tangga pada kegiatan keluarga CEMARA, 20 Anak usia pra sekolah, dan 15 Ibu rumah tanggga dan Bapak-bapak pada kegiatan Generasi Ceria, 20 Anak usia Sekolah Dasar dan 15 orang Ibu-ibu pada kegiatan Sahabat Konsumen. Luaran dari kegiatan bina desa adalah sebagai berikut:
- Keterampilan keluarga binaan dalam menjalankan delapan fungi ketahanan keluarga menurut BKKBN meningkat.
- Kapasitas tumbuh kembang anak–anak binaan berkembang optimal
- Pengetahuan, sikap, dan keterampilan anggota keluarga dalam kegiatan konsumsi secara bijak dan bertanggung jawab
- Kepekaan mahasiswa dan masyarakat sasaran terhadap masalah yang terjadi di sekitar
- Masyarakat memiliki wawasan terkait peringatan hari-hari besar keluarga, anak, dan konsumen.
- Masyarakat memiliki peningkatan minat untuk membaca.