Kuliah Tamu Bersama Prof. Rumaya Juhari, Ph.D: Memahami Perkembangan Moral dan Karakter Remaja dari Perspektif Ekologis
Kuliah Tamu Bersama Prof. Rumaya Juhari, Ph.D: Memahami Perkembangan Moral dan Karakter Remaja dari Perspektif Ekologis

Kuliah Tamu Bersama Prof. Rumaya Juhari, Ph.D: Memahami Perkembangan Moral dan Karakter Remaja dari Perspektif Ekologis
Bogor, 24 Oktober 2025. Ruang Kuliah IKK 1-2, Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen, Fakultas Ekologi Manusia, IPB University, dipenuhi antusiasme mahasiswa dalam kegiatan kuliah tamu bersama Prof. Rumaya Juhari, Ph.D. dari Universiti Putra Malaysia (UPM). Kegiatan ini merupakan bagian dari Mata Kuliah Moral dan Karakter pada Program Magister Ilmu Keluarga dan Perkembangan Anak, yang diampu oleh Prof. Dr. Ir. Dwi Hastuti, M.Sc., dan berlangsung pada pukul 10.00–11.40 WIB.
Dengan topik “Adolescents’ Moral & Character Development: An Ecological View”, Prof. Rumaya menjelaskan konsep perkembangan moral dan karakter remaja. Sebanyak 21 mahasiswa mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Suasana kuliah berlangsung interaktif. Peserta dibagi menjadi empat kelompok dan diminta tidak menggunakan gawai selama sesi diskusi kelompok berlangsung.
Pertanyaan reflektif “Betulkah isu moral dan karakter berasal dari rumah?” menjadi titik awal diskusi. Mahasiswa berdiskusi aktif, menggambar, dan menulis ide pada kertas pleno mengenai isu moral dan karakter remaja di daerah terpilih. Tugas tersebut juga mendorong mahasiswa untuk mengaitkan isu yang dipilih dengan budaya daerah masing-masing, serta menelusuri akar masalahnya berdasarkan teori ekologi Bronfenbrenner.
“Sesi kuliah tamu oleh Prof Rumaya hari ini menstimulasi saya untuk berpikir kritis dan komprehensif. Model pembelajaran yang dilakukan melalui diskusi dan kolaborasi aktif ini membuat kami sebagai mahasiswa dapat bertukar pikiran untuk mengidentifikasi masalah moral remaja dan menemukan faktor-faktor yang menyebabkannya. Hal tersebut memudahkan kami untuk memiliki pemahaman yang lebih holistik mengenai pembentukan moral dan karakter pada remaja, teriutama mengenai kontribusi pengasuhan yang membentuknya,” ungkap Bekti, peserta kuliah.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin pertukaran ilmu dan pengalaman antara Indonesia dan Malaysia dalam memahami dan membina karakter remaja, serta memperkaya perspektif mahasiswa IPB mengenai pendidikan moral lintas budaya.




